![]() ![]() ![]() ![]() justru saat orang-orang durhaka seperti ini dalam keadaan lemah. Kebaikan Allah dinyatakan bukan hanya saat mereka kuat dan tidak
membutuhkan Allah, tetapi kebaikan Allah juga tidak berubah ketika mereka lemah dan membutuhkan pertolongan Allah. Orang
memiliki banyak teman ketika sukses, tapi ketika dia jatuh justru banyak orang menjauhi bahkan makin menjerumuskan. Tetapi Allah
adalah Allah yang baik. Dia menjadi sahabat yang baik justru ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa dan membutuhkan pertolongan-Nya.
Karena apa yang Dia butuhkan bukan apa yang kita miliki, tapi Dia ingin menyelamatkan hidup kita karena Dia mengasihi kita. Kebaikan
Allah nyata saat kita lemah dan tak berdaya.
Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (8)
Bukti kebaikan Allah yang kedua adalah bahwa Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa, bukan saat kita sudah
berbalik dari dosa. Pengorbanan Kristus dilakukan untuk kita bukan setelah kita berubah menjadi baik, tetapi justru ketika kita masih
dalam keadaan berdosa. Apakah Allah tidak menunggu manusia berbalik dari dosa? Sesungguhnya Allah menunggu dan terus menunggu
agar manusia berubah, tapi kesempatan yang Allah berikan bukannya menghasilkan perubahan makin baik. Manusia makin jauh
meninggalkan Allah karena manusia dikuasai dosa.
Sebagai ciptaan Allah, manusia memiliki hati nurani. Ketika manusia berbuat dosa, tentu hati nurani tidak bisa tenang. Manusia normal
selalu ada keinginan melakukan yang baik dan meninggalkan yang jahat, tapi selalu mengalami kegagalan. Kegagalan untuk melakukan
sesuatu yang baik karena manusia telah dikuasai oleh dosa. Sehingga tidak mungkin bagi manusia untuk bisa berubah menjadi baik serta
kembali kepada Allah tanpa melepaskan dari dosa yang sudah mengikat. Dan karena Allah melihat bahwa manusia dalam posisi tidak
dapat melepaskan dirinya sendiri, maka Yesus datang ke dunia dan mati untuk kita untuk melepaskan manusia dari perbudakan dosa.
Dalam keadaan seperti inilah kebaikan Allah nyata karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa.
Kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya ketika kita masih seteru (10)
Sejak manusia lebih menuruti bujukan iblis daripada perintah Allah, maka manusia telah jatuh dalam dosa dan menjadi seteru
Allah. Jika Allah mau, Dia memiliki kuasa untuk menghancurkan musuh-Nya termasuk manusia. Namun apa yang Allah lakukan justru
berbeda. Justru Allah yang berinisiatif untuk mendamaikan manusia dengan diri-Nya. Pendamaian itu dibayar dengan kematian Anak-
Nya, Tuhan Yesus di atas kayu salib. Mengapa harus di atas kayu salib? Kekudusan Allah menuntut orang berdosa yang menjadi seteru
Allah dihukum, sedangkan kasih Allah menuntut manusia berdosa diselamatkan. Di atas kayu salib itulah hukuman Allah atas seteru
Allah, orang berdosa dilakukan, namun pada saat yang sama kasih Allah juga dinyatakan. Yang pertama menolong kita adalah justru
pribadi yg kepada-Nya kita memberontak, yaitu Allah.
Disaat saudara mengalami hal yang tidak baik, ingatlah bahwa Allah tetap baik. Saudara dapat datang kepada Dia karena Dialah Allah
yang tetap baik. Saat rekan yang dipercayapun meninggalkan saudara, Allah justru siap menolong dan mendampingi saudara. Kiranya
Allah yang baik itu juga menjadi nyata dalam kehidupan saudara, Amin.
Keluarga yang utuh dan bahagia adalah dambaan setiap orang,
dan tidak ada seorangpun yang menginginkan keluarganya
berantakan. Untuk membina sebuah Rumah Tangga tidaklah
semudah yang kita bayangkan ketika masa pacaran dulu, kita harus
benar-benar siap mental untuk menerima kelebihan dan kekurangan
pasangan kita. Apalagi kalau kita melihat keadaan dunia zaman
sekarang sudah marak dengan kawin cerai, bahkan banyak keluarga
Kristen yang mengalami hal yang sama, sehingga anaklah yang
menjadi korban. Ini semua terjadi karena antara suami dan istri tidak
lagi memiliki sifat rendah diri.
Padahal firman Tuhan dalam Efesus
5:21, berkata Dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di
dalam takut akan Kristus.
Dalam Matius 19:6 dikatakan Demikianlah mereka bukan lagi
dua, melainkan satu, karena itu apa yang telah dipersatukan Allah,
tidak boleh diceraikan manusia. Juga dalam Efesus 5:31 seorang,
laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Jadi sangat jelas
sekali bahwa manusia tidak mempunyai hak untuk menceraikan apa
yang telah dipersatukan Allah. Sebab pernikahan yang dilakukan
Tuhan adalah kudus, dan Tuhan tidak pernah main-main
mempersatukan laki-laki dan perempuan.
Rasul Paulus juga menegaskan kepada kita untuk selalu hidup
dengan rendah hati, karena dengan hidup rendah hati maka akan
tercipta keluarga yang bahagia dan keluarga akan hidup dalam
terang. Kita juga harus melatih diri kita untuk terampil dalam
menghadapi masalah, dan selalu mengutamakan kebersamaan.
Dan untuk menjaga keutuhan Rumah Tangga sangat
dibutuhkan suatu pondasi yang kuat, yang membuat tetap
kokoh, yaitu kasih.
1 Petrus 3:8 berkata bahwa, Hendaklah
kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-
saudara, penyayang dan rendah hati,
ayat ini merupakan
pedoman bagi suami dan istri dalam membangun sebuah
keluarga yang bahagia, jadi inti keluarga yang kokoh dan
harmonis adalah dapat saling mengasihi sesuai ajaran Alkitab.
Keluarga tidak mungkin menjadi baik kalau tidak hidup dalam
kekudusan. Sebab dengan tegas Allah berfirman dalam Imamat
19:2, Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus.
Keluarga yang dibangun Allah adalah keluarga Kristen yang
memiliki hubungan erat dengan gereja, serta keluarga
dipandang sebagai lembaga yang kudus yang ditetapkan oleh
Tuhan.
Di hadapan Allah, pasangan suami istri adalah sebuah
keluarga yang utuh. Kehadiran anak merupakan berkat khusus
dalam keluarga. Dengan hadirnya anak, berarti juga tanggung
jawab dalam keluarga makin bertambah. Orangtua dipanggil
untuk mendidik dan membesarkan anak dalam iman, karena
anak merupakan titipan Allah dan mereka adalah milik Allah.
Kita tidak boleh bertindak kejam atau mengekang kehidupan
anak-anak, tetapi harus berlaku sebagai pelindung dan
pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Kita harus
memegang prinsip rohani yaitu, Ketaatan akan menghasilkan
ketaatan pula. Maksudnya jika orangtua taat kepada Tuhan,
maka anak-anak juga akan taat kepada orangtua mereka. Jika
keluarga Kristen memahami dan mempraktekkan prinsip
tersebut, maka keluarga akan hidup harmonis dan bahagia.
Tuhan Yesus memberkati. AMIN!
MEMBANGUN
KELUARGA YANG
BAHAGIA
Congratulation, Kak! sambung ketiga Adiknya.
Aku ingin seperti Kakak! lanjut Zefanya.
Bersama-sama mereka mengucap syukur atas apa
yang mereka terima.
Sampai pada hari keberangkatan tiba, Ayahnya berpesan
agar tidak melupakan Tuhan dan belajar dengan tekun
sehingga bisa meraih keberhasilan, selain menjaga
kesehatan.
Lala, jangan lupa kepada Dia yang telah mengabulkan
permintaanmu. Ibu berkata sambil merangkulnya.
Baik bu! Lala tak akan lupa dengan kebaikan yang Dia
berikan kepada kita. Lala membalas rangkulan Ibunya.
Kak, jaga kesehatan ya! Anna mencium kakaknya.
Riko kamu adalah satu-satunya anak laki-laki, tolong
jaga Ayah dan Ibu. Lala berpesan pada adiknya.
Baik Kak. jawab Riko
Zefanya, kemari sebentar! panggil Lala.
Sambil merangkul Ibunya Karmila berkata, Belajar
yang rajin agar kelak kamu akan seperti Kakak.
Suasana mengharukan saat melepas Karmila
Oh, sungguh indah rencana yang Tuhan berikan
untukku hingga aku bisa mendapatkan apa yang selama ini
aku dambakan. katanya dalam hati.
Sejak hari pertama memasuki universitas itu, dia tidak
terpengaruh dengan pergaulan yang ada di sekitarnya. Dia
selalu mengingat akan pesan dari keluarganya. Diapun
tidak menyia-nyiakan waktunya
untuk hal-hal yang tidak
penting. Dia mencari pekerjaan sampingan untuk bisa
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dia mengaktifkan diri dalam kegiatan kerohanian di Gereja
yang ada dekat dengan tempat tinggalnya. Dia
menjalani
hari-harinya dengan penuh ucapan syukur. Dia
juga tidak
pernah lupa memberi kabar pada keluarganya. Semester demi
semester dia lewati dengan hasil yang memuaskan hingga
akhirnya dia mendapat gelar Sarjana Akuntansi dan sudah
mendapat tawaran untuk bekerja di salah satu perusahan di
USA. Karmila sadar dari lamunannya ketika salah satu
pramugari menepuk pundaknya dan memberitahukan agar dia
memasang sabuk pengaman, karena pesawat akan landing.
Kebahagiaan Karmila dibagikan kepada orang-orang yang
dikasihinya saat mereka bertemu dengan kerinduan yang
lama dinantikan.
Terima kasih Tuhan Yesus atas berkat yang kuterima
sampai saat ini. Karmila berdoa dalam hati.
Terima kasih atas dukungan doa kalian. dengan
meneteskan airmata bahagia sambil merangkul orang-orang
yang dikasihinya.
2
Belajarlah berkata TIDAK kepada hal-hal yang Allah
tidak inginkan, maka engkau akan bisa berkata YA
terhadap apa yang Allah inginkan
|