![]() ![]() ![]() ![]() telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang
engkau makan itu? (Kej. 3:11).
Jawaban Adam sebagai kepala keluarga:perempuan
yang Engkau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi buah
pohon itu kepadaku, maka kumakan (Kej. 3:12). Terdapat tiga
hal dalam jawaban ini. (a) Mempersalahkan Hawa,
perempuan...di sisiku. (b) Mempersalahkan Tuhan,
perempuan yang Kau tempatkan di sisiku. (c) Adam tidak mau
bertanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Bagaimana dengan Hawa? Ketika ditanya, Hawa
mengatakan si naga yang menipuku, maka kumakan (Kej. 3:13).
Tidak berbeda dengan suaminya, Hawa juga menghindar, tidak
mau bertanggung jawab. Sikap seperti masih diwarisi sampai hari
ini. Saling mempersalahkan di antara suami istri, antara gembala
sidang dan majelis, antara sesama jemaat dalam kehidupan
sehari-hari merupakan pengulangan dari drama taman Eden di
taman Edan.
Proses pengusutan pun selesai. Tindakan penghukuman
segera dibuat. Ular dikutuk, struktur tubuhnya berubah (berjalan
dengan perut/merayap, makan debu, bermusuhan dengan
keturunan Hawa (Kej. 3:14-15). Hawa memperoleh banyak
kesulitan (jasmani dan mental) saat melahirkan dan birahi
(baca: takhluk) pada suami (Kej. 3:16). Sedangkan Adam akan
kesulitan mencari nafkah sepanjang hayat, alam terkutuk karena
perbuatannya, kematian mengakhiri hidupnya (Kej. 3: 17-19).
Artinya Tuhan tidak segan-segan menindak pemberontakan
(dosa).
Di dalam penghukuman Tuhan, masih tetap tampak
jelas sederet kebaikan Tuhan bagi Adam-Hawa dan
keturunanya: (1) Janji penyelamatan melalui peperangan antara
benih ular dan benih perempuan yang akan mencapai puncaknya
di Golgota diberitahukan (Gal. 4:4-6). (2) Pasangan ini tidak
dikutuk sama seperti si naga. Tuhan berdaulat membuat
perbedaan itu (bd. Kel. 11:7). (2) Diberi keturunan (Kej. 4:1-2),
Adam-Hawa tidak dimusnahkan. (3) Tuhan menyediakan pakaian
yang kualitasnya unggul (kulit lebih tahan daripada daun ara),
mengenakannya kepada Adam-Hawa. (4) Hak untuk memimpin,
mengatur, mengelola alam tidak dicabut/dibekukan (hak usah
tetap diberikan). (5) Tuhan tetap memperhatikan keturunan
Adam-Hawa, walau hidup di luar Eden (Kej. 4:4-16).
PEngusirAN
Adam-Hawa bukan saja dihukum, tetapi diusir keluar
dari taman Eden (Kej. 3:22-24). Kebaikan Tuhan tampak bersinar
dalam pengusiran ini. Tindakan pengusiran dilakukan Tuhan demi
kebaikan masa depan Adam-Hawa. Kalau tetap di Eden, lalu
mengambil, memakan buah pohon kehidupan, maka mereka
akan abadi dalam dosa (ayat 22). Dengan kata lain pengusiran
merupakan jalan keluar terbaik. Pengawalan ketat di jalan
menuju pohon kehidupan (ayat 24), bukan karena kebencian,
melainkan karena kasih dan kebaikan Tuhan. Artinya kebaikan
Tuhan dibungkus dalam kantong hukuman pengusiran Adam-
Hawa.
PEngutusAN
Tepat waktunya, Allah mengutus Putra Tunggal-Nya
(Gal. 4:4-6) sebagai misionari pembawa keselamatan abadi dan
pengampunan dosa. Pengutusan dilakukan atas dasar kasih Allah
kepada keturunan Adam-Hawa, supaya yang beriman kepada
Yesus sang Putra Tunggal, dibebaskan dari kebinasaan dan diberi
hidup kekal (Yoh. 3:16). Kedatangan Yesus melalui kelahiran-Nya
di kandang domba Betlehem merupakan bukti kasih dan
kebaikan Tuhan untuk seluruh dunia. Kasih dan perhatian Allah
menjangkau seluruh dunia. Inilah Natal. Para gembala di
padang Efrata sebagai masyarakat marginal diberitahu bahwa
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus di kota
Daud (Luk. 2:10-11). Para gembala bersemangat, saling
mengajak dan memanfaatkan kesempatan berjumpa dengan
Yesus di hari Natal. Orang majus sebagai bangsa kafir juga
diberitahu dan mereka pun datang berjumpa dengan Yesus di
hari Natal (Mat. 2:1-12).
Kaum marginal dan orang kafir (majus) berjumpa
dengan Yesus di hari Natal. Sebaliknya raja Herodes dan para
kroninya, para imam, ahli-ahli Taurat kehilangan Yesus di hari
Natal. Herodes, para imam, ahli Taurat tahu Yesus lahir di
Betlehem, tetap tidak ada niat yang tulus untuk berjumpa
dengan-Nya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Natal membawa
semangat baru untuk terus berjumpa dengan Yesus? Apakah
Anda juga memiliki semangat seperti para gembala untuk
mengajak teman Anda supaya bisa jumpa Yesus di hari Natal?
Apakah Anda datang seorang diri ke Natal atau memikirkan
kepentingan keselamatan sahabat lalu mengajaknya untuk
jumpa Yesus? Natal barulah Natal apabila setiap pengunjung
Natal jumpa Yesus dan menyembah-Nya. Para majus
membawa emas, kemenyan dan mur sebagai bukti
kasih dan
penyambutan mereka. Apa dan siapa yang Anda bawa kepada
Yesus di hari Natal ini?
PEnyelamatAN
Yesus sebagai misionari agung, tahu tujuan misi
kedatangan-Nya ke dunia yakni mencari yang hilang,
menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan banyak orang (Mat.
20:28; Mark. 10:45; Luk. 19:10). Yesus mencari/memanggil,
membaharui, menuntun kepada pertobatan, membenarkan,
menguduskan dan memuliakan.
Tema pemberitaan-Nya: Bertobatlah karena Kerajaan
Sorga sudah dekat (Mat. 4:17). Artinya syarat untuk
menyambut Kerajaan Sorga dan menjadi penghuninya ialah
bertobat dan dilahirkan kembali. Karena itu, setiap orang
harus memastikan bahwa kepastian pertobatan dan kelahiran
baru. Rajin bergereja, giat dalam hal rohani belum tentu
bertobat. Contoh, Nikodemus seorang pemimpin agama
Yahudi, pengajar tetapi dia diminta diharuskan untuk siap
dilahirkan kembali dari Roh Kudus (Yoh. 3:3-7). Sama halnya
dengan perempuan Samaria yang mengaku keturunan
JUARA BERTAHAN
Latihan yang hampir setiap hari Minggu dilaksanakan oleh para pemain Volley, jemaat
yang ada di Gereja Misi Indonesia Hong Kong (GMIH), ternyata tidak sia-sia, meskipun
panas matahari yang tinggi, para pemain dan sebagian jemaat antusias untuk berlatih.
Sehingga tepatnya tanggal 1 Oktober 2007 merupakan hari yang begitu istimewa dan
hari yang berbahagia bagi jemaat GMIH, sebab Tim GMIH berhasil mempertahankan
juara pertama pertandingan Volley Ball antar Gereja-gereja berbahasa Indonesia di Hong
Kong yang digelar di South China Athletic Association (SCAA) diikuti Tim dari ICF dan
Gereja Katholik menduduki juara ke-dua dan ke-tiga.
Tim dari GMIH berhak membawa piala bergilir Oikumene Cup 2007, disamping piala
tetap juga uang sebesar HK$6000, juara kedua dan ketiga berhak membawa piala tetap
dan uang masing-masing HK$4000 dan HK$2000, dan masih banyak lagi hadiah dari
beberapa sponsor. Kemenangan ini adalah anugerah Tuhan untuk GMIH, sebab para
pemain telah berkomitment sebelum mengikuti pertandingan, bahwa apabila
kemenangan diraih oleh GMIH maka hadiah yang dipersiapkan oleh panitia akan
disumbangkan untuk pekerjaan pelayanan di gereja. Dan mereka telah membuktikan apa
yang mereka ucapkan itu.
Kemenangan ini juga terbukti karena hasil kerja sama yang baik antar pemain yang
dikapteni oleh Andreas. Kekompakan mereka begitu jelas kelihatan saat pertandingan
berlangsung, meskipun ada sedikit ketegangan saat babak final set 1, mereka bekerja
sama dan berusaha keras untuk meraih kejuaraan. Para suporter juga yang digawangi
oleh Tina Messakh begitu antusias memberi semangat kepada para pemain. Setelah
permainan berakhir para pemain dan para suporter serta sebagian jemaat kembali ke
gereja dan merayakan kemenangan dengan doa syukuran.
OIKUMENE CUP
Rekreasi di
MA ON SHAN Park
Suasana penuh sukacita mewarnai acara
Ibadah Padang (rekreasi) Gereja Misi Indonesia
di Hong Kong (GMIH), yang diadakan tepatnya
hari Rabu 26 September 2007 di lokasi Ma On
Shan Park.
Acara ini diselenggarakan dengan tujuan
untuk menginjili/membagikan kabar
keselamatan dari Tuhan Yesus bagi orang-orang
yang Dia cintai. Seperti nama Gerejanya yaitu
Gereja Misi, demikianlah para hamba Tuhan dan
sebagian jemaat melakukan Misi/pelayanan
yang telah dipercayakan Tuhan untuk Gereja ini.
Acara dihadiri oleh
sebagian besar TKW yang
bekerja di Hong Kong, tidak peduli jarak yang
cukup jauh menuju tempat itu, tetapi jemaat
tetap antusias dan bersemangat untuk
melakukan tugas pelayanan Tuhan .
Pkl 10:30 jemaat sudah berkumpul
dan
dibagi dalam beberapa kelompok dan pkl 11:00
mereka mulai melakukan penginjilan. Namun
tidak semua orang yang ada di sekitar taman
mau menerima kabar keselamatan itu. Kegiatan penginjilan
berlangsung selama 2 jam, tepatnya pkl 13:00 acara akan
bersama, sesudah itu ibadah singkat yang dipimpin oleh Bpk
Pdt. Johan Kusmanto yang mengambil tema Mengalahkan
Kejahatan Dengan Kebaikan. Dengan perikop yang terambil
dalam Roma 5:5,8,10. Perikop ini menjelaskan bahwa
kebaikan Allah itu nyata bagi manusia, justru di tengah
ketidakbaikan, di saat mengalami hal yang tidak baik, ingatlah
bahwa Allah kita tetap baik. Saat rekan yang dipercaya
meniggalkan kita, Allah justru siap menolong dan
mendampingi kita, tukas Bpk pendeta yang diamini oleh
jemaat.
Ibadah padang ini juga diramaikan dengan beberapa
kegiatan lainnya, dan jemaat sangat menikmatinya.
10
7
Persekutuan TKI di Victoria Park
|